SUMBER POLUSI AIR, UDARA, DAN TANAH

POLUTAN AIR, UDARA, DAN TANAH

DAMPAK POLUSI AIR, UDARA, DAN TANAH

 

 

 

KELOMPOK 5

  • TANTI DWINI N
  • LEMSI YUNIKA P
  • RIDHO GIANTARA L
  • ANDRIYANA
  • NENI HAYATI
  • ERNA HIDAYANTI
  • NOVITA INDAH W
  • SYAIFULLOH A M

KELAS X-R.1

 

 

 

SMK INFORMATIKA SUMEDANG

Jalan Angkrek Situ No.19

2011/2012

KATA PENGANTAR

 

Bismillahirrahmannirahim

             Alhamdulillah, penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Illahi Robbi senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelsaikan Makalah ini yang merupakan sebagian dari syarat tugas pelajaran PLH.

             Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa banyak sekali kesulitan dan hambatan dalam menyelsaikan Makalah ini. Namun berkat bantuan, bimbingan serta dorongan dari bebagai pihak, akhirnya penyusun dapat menyelsaikkan Makalah ini. Untuk itu pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

  1. Guru Pengajar PLH
  2. Rekan –rekan yang membantu tugas ini
  3. Semua pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan kepada penulis selama membuat Makalah ini.

Semoga bantuan, perhatian dan do’a dari semua pihak menjadi amal sholeh dan semoga atas segala yang telah mereka berikan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin

                                                                                                                                                                                                                                       Penulis,

 

 

Sumedang,   April 2012

 

Sumber Polusi Udara

Secara umum terdapat 2  sumber pencemaran udara yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (aniropogenic sources), seperti yang berasaldaritransportasi, emisipabrik, dan lain-lain. Di dunia dikenal zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia yaitu :

  • Karbon monoksida (CO),
  • Oksida. Sulfur (SOx),
  • Nitrogen Oksida(NOx),
  • Partikulat, Hidrokarbon (HC)
  • Gas rumahKaca (CH4, CO2dan N2O)

            Di Indonesia sekaranginikuranglebih 70% pencemaranudara di sebabkanemisikendaraanbermotorkendaraanbermotormengeluarkan.zat-zatberbahaya yang dapatmenimbulkandampak. negative,  baikterhadapkesehatanmanusiamaupunterhadaplingkungan, sepertitimbal/timahhitam (Pb) Kendaraanbermotormenyumbanghampir 100% timbal.

            Selain itu pencemaran udara dapat menimbulkan hujan asam, pengikisan lapisan ozon, kerusakan padatan aman, pelapukan bangunan atau patung-patung yang terbuat dari batu serta dapat mempercepat empat kali lebih cepat proses pengaratan pada benda-benda yang terbuat dari besi. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa pencemaran udara ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan lebih jauh yaitu menimbulkan efek rumah kaca yang akan menaikkan suhu permukaan bumi atau dikenal dengan global warming. Hal ini akan menyebakan kenaikan permukaan air laut karenaes di kutub akan mencair. Global warming juga berdampak pada perubahan iklim di bumi yang akan menimbulkan kekeringan dan banjir di seluruh dunia. Hal tersebut akan menyebabkan penyediaan pangan akan terganggu.

 

 

 

 

SumberPolusi Air

 

Pencemaran air terjadi apabila dalam air terdapat berbagai macam zat atau kondisi (misal Panas) yang dapat menurunkan standar kualitas air yang telah ditentukan, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu.Suatu sumber air dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, akan tetapi apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu, Sebagai contoh suatu sumber air yang mengandung logam berat atau mengandung bakteri penyakit masih dapat digunakan untuk kebutuhan industri atau sebagai pembangkit tenaga listrik, akan tetapi tidak dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga (keperluan air minum, memasak, mandi dan mencuci).

Sumber penyebab terjadinya Pencemaran Air

Ada beberapa penyebab terjadinya pencemaran air antara lain apabila air terkontaminasi dengan bahan pencemar air seperti sampah rumah tangga, sampah lembah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumah sakit, limbah kotoran ternak, partikulat-partikulat padat hasil kebakaran hutan dan gunung berapi yang meletus atau endapan hasil erosi tempat-tempat yang dilaluinya.

Bahan Pencemar air

Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:

a)   Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula  tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh-­tumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampah-­sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi.

C, H, S, N, + O2  ? CO2 + H2O + H2S + NO + NO2

Senyawaorganik

b)  Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.

c) Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timahhitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam  berat yang masuk kedalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ- organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.

d) Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, seratsintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.

e)  Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk kedalam air.

f)   Bahan pencemar berupa zat radio aktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.

g)  Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.

h)  Bahan pencemar berupa kondisi (misalnyapanas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air).Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

Secara garis besar bahan pencemar air tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.
  2. Bahan pencemaran organik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)
  3. Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.
  4. Bahan pencemar berupa zat radio aktif e) Bahan pencemar berupa panas

Parameter danstandarkualitas air

Telah Anda ketahui bahwa sumber air dikatakan tercemar apabila mengandung bahan pencemar yang dapat mengganggu kesejahteraan makhluk hidup (hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan) dan lingkungan. Akan tetapi air yang mengandung bahan pencemar tertentu dikatakan tercemar untuk keperluan tertentu, misalnya untuk keperluan rumah tangga belum tentu dapat dikatakan tercemar untuk keperluan lain. Dengan demikian standar kualitas air untuk setiap keperluan akan berbeda, bergantung pada penggunaan air tersebut, untuk keperluan rumah tangga berbeda dengan standar kualitas air untuk keperluan lain seperti untuk keperluan pertanian, irigasi, pembangkit tenaga listrik dan keperluan industri. Dengan demikian tentunya parameter yang digunakan pun akan berbeda pula.

Sesuai dengan bahan pencemar yang terdapat dalam sumber air, maka parameter yang biasa digunakan untuk mengetahui standar kualitas air pun berdasarkan pada bahan pencemar yang mungkin ada, antara lain dapat dilihat dari:

  1. warna, bau, dan/atau rasa dari air.
  2. Sifat-sifatsenyawa anorganik (pH, daya hantar spesifik, daya larut oksigen, daya larut garam-garam dan adanya logam-logam berat).
  3. Adanya senyawa-senyawa organik yang terdapat dalam sumber air (misal CHCl3, fenol, pestisida, hidrokarbon).
  4. Keradio aktifan misal sinar ß.
  5. Sifat bakteriologi (misal bakteri coli, kolera, disentri, typhus dan masih banyak lagi).

 

Sumber BahanPencemar Tanah

Karena pencemar tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ketanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.

Dari pembahasan tersebut di atas, maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber pencemar yang berasal dari:

a. Sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit.

b. Gunung berapi yang meletus/kendaraan bermotor.

c. Limbah industri.

d. Limbah reaktor atom/PLTN.

Komponen Bahan Pencemar Tanah

Komponen-komponen bahan pencemar yang diperoleh dari sumber-sumber bahan pencemar tersebut di atas antara lain berupa:

a)     Senyawa organik yang dapat membusuk karena diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sisa-sisa makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.

 

b) Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur.

 

Gambar 6 Botol kaca dan plastis salah zat pencemar tanah

c) Pencemar Udara berupa gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), menghasilkan hujan asam yang akan menyebabkan tanah bersifat asam dan merusak kesuburan tanah/ tanaman.

d) Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah.

e) Zat radio aktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan lain yang menggunakan atau menghasikan zat radio aktif.

 

 

 

 

 

 

Macam-Macam Polutan di Udara

Pengertian Polutan adalah suatu zat yang menjadi sebab pencemaran terhadap lingkungan. Jadi, polutan disebut juga sebagai zat pencemar. Suatu zat atau bahan dapat disebut sebagai zat pencemar atau polutan apabila zat atau bahan tersebut mengalami hal-hal sebagai berikut.
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal/ambangbatas.
2. Berada pada tempat yang tidak semestinya.
3. Berada pada waktu yang tidak tepat.

B. Macam-macam Polutan Berdasarkan sifatnya, polutan dapat dibedakan menjadi  2 (dua), yaitu:
1. Polutan biodegredable adalah polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam. Contoh: kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah dll.
2. Polutan non biodegredable adalah polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses alam sehingga akan tetap berada pada lingkungan tersebut untuk jangka waktu yang sangat lama. Contoh: gelas, kaleng, pestisida, residu radioaktif, dan logam toksik.

Berdasarkan wujudnya, polutan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Polutan padat, misalnya kertas, kaleng, besi, logam, plastik, dan Iain-Iain.
2. Polutan cair, misalnya tumpahan minyak, pestisida, detergen, dan sebagainya.
3. Polutan gas, misalnya CFC, karbondioksida, karbon monoksida, metana, dan Iain-Iain.

Polutan Udara Pencemaran udara adalah pencemaran akibat masuknya bahan atau zat asing, energi, dan komponen lainnya ke udara.Zat-zat pencemar (polutan) yang ada di udara umumnya berupa debu, asap, dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak dan batubara oleh kendaraan atau alat transportasi dan mesin-mesin pabrik. Gas buangan yang mengandung zat yang berbahaya, misalnya asap, karbon monoksida (CO), karbon dioksida (C02), sulfur oksida (S02), nitrogen oksigen (NO, N02, NOx), CFC, dan sebagainya.

 

Sifat polutan adalah sebagai berikut:

  1. Merusak untuk sementara, tetapi jika telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
  2. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

 

 

 

 

 

 

 

 

PolutanDalam Air

  1. 1.           Hidrogensulfat adalah gas yang terdapat pada beberapa jenis air. Tidak ada keraguan saat gas  tersebut ada, air akan berbau seperti telur basi. Bau dengan karakteristik seperti ini kadang-kadang  jelas sekali pada konsentrasi di bawah 1 mg/l. Menjijikan adalah rasa dan bau dari hydrogen sulfit, ini adalah 2 permasalahan yang hanya timbul saat zat tersebut ada.
    Hidrogen sulfat menaikkan tingkat korosi karena aktivitasnya sebagai asam yang lemah. Kehadiran zat  tersebut di udara membuat perak jadi ternodahanya dalam beberapa detik. Kadar konsentrasi hydrogen sulfite yang tinggi sangat mudah terbakar dan beracun. Walaupun konsentrasi seperti tujaran gada, kehadiran nya dalam air minum telah diketahui menyebabkan mual, penyakit, dan dalam kasus yang ektrim, kematian. Konsentrasi yang tinggi dari hydrogen sulfite juga merusak lapisan pelembut penukar  ion. Kehadirannya yang terus-menerusakan menyebabkan penurunan kapasitas pada lapisan resin dan akhirnya membuat resin cepat jenuh dan harus diganti dengan resin baru. Secara umum, hydrogen sulfite ada di konsentrasi kurang dari 10 ppm. Namun pada prakteknya, jumlahnya naik menjadi antara  50 sampai 75 ppm. Hidrogen sulfite, umumnya berada di sumur
  2. 2.           FLUOR

Debat tentang sisi positif dan negatif dari penambahan fluor kedalam air telah terjadi beberapa kali.  Survey yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang air mengindikasikan perbedaan  antara yang melawan dengan yang mendukung langkah ini.

PENDUKUNG
Penambahan fluor kedalam saluran air publik telah diberi pujian sehubungan dengan pencegahan  kerusakan gigi yang mulai di Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1980-an. Mampu menghasilkan  dan berguna, dijadikan sebagai alasan penting bagi kesehatan dan membantu untuk melindungi dari gigi berlubang.Asosiasi Gigi Amerika menyatakan, posisi fluor yang aman bagi manusia (dalam  pengendalian di bawah batas yang ditetapkan)- sebuah posisi yang juga digunakan oleh banyak  organisasi kesehatan lainnya.

PARA PENENTANG

Walaupun ini tergantung dari penyalur air individu dalam penambahan fluor kedalam air, EPA memiliki  batas maksimum yaitu 4 mg/l untuk konsumsi manusia. Konsumsi pada tingkat yang lebih tinggi untuk  jangka waktu tertentu telah terbukti dapat menyebabkan penyakit tulang. Walaupun demikian, fluor pada tingkat ini juga dapat menyebabkan penyakit gigi, atau pencoklatan dan bintik-bintik pada gigi anak-anak.  Karena itu, ini hanya diketahui sebelum gigi mereka tumbuh. Kira-kira 10 – 15% dari pemuda yang  menerima kandungan fluor sesuai rekomendasi, menderita beberapa bentuk dari penyakit gigi. Anak- anak di bawah 9 tahun seharusnya tidak mengkonsumsi air dengan tingkat kandungan fluor lebih dari 2  mg/l. Walaupun dipuji karena menurunkan kerusakan gigi di Amerika, penelitian lebihlanjut
menunjukkan kenaikan yang mengejutkan di kedua komunitas dengan dan tanpa air berfluor. Diikuti juga bahwa penurunan dari kerusakan gigi lebih disebabkan oleh peningkatan teknologi kesehatan gigi, dan juga kandungan fluor yang ada pada pasta gigi dan produk untuk mulut lainnya.Meski begitu,  penelitian yang lebih lanjut masih diperlukan.

RESIKONYA MELEBIHI KEUNTUNGANNYA

Fluor dalam air bisa menguntungkan bisa merugikan.Ini tergantung dari tingkat konsentrasinya.Air  permukaan biasanya memiliki kadar fluor yang rendah (kurang dari 0,5 ppm). Beberapa tidak  mengandung fluor sama sekali. Air sumur mungkin mengandung kandungan fluor yang berlebihan.Ada  beberapa sumur yang mengandung jumlah yang direkomendasikan (1 mg/l) untuk air minum.

Fluor itu penting karena mereka memiliki hubungan dengan kesehatan gigi.Penelitian menunjukkan bahwa kandungan fluor konsentrasi 1 mg/l dapat mengurangi resiko kerusakan gigi.Tetapi, beberapa anak-anak yang berusia di bawah 9 tahun yang mengkonsumsi air mengandung fluor dengan konsentrasi lebih dari 2 mg/l bisa menimbulkan kondisi “gigi berfluor endemic”.Kadang disebut “noda coklat colorado”, kondisi ini memperlihatkan noda coklat tua pada gigi tetap.Dalam beberapa kasus, gigi menjadi berkapur, dan sangat putih.Lalu, peraturan pemerintah mensyaratkan fluor tidak lebih dari konsentrasi 4 mg/l dalam air minum.Ini  adalah tingkat paling maksimum yang tidak dapat ditekan lagi, dan telah diberlakukan untuk melindungi  kesehatan masyarakat. Konsumsi air dengan tingkat fluor lebih dari 4 mg/l adalah optimum. Peraturan mengatur bahwa:

1.     Saat konsentrasi lebih dari 4 mg/l, kelebihan fluor harus dihilangkan dari air.

2.     Saat konsentrasi dibawah 1 mg/l, fluor harus ditambahkan. Sebagai hasil dari pelajaran, kota-kota memerlukan penambahan fluor agar konsentrasi menjadi optimum ke system pengolahan
air pusat.

Saat konsentrasi fluor terlalu besar, diperlukan pengurangan fluor ketingkat yang dapat diterima.Metode  yang bervariasi telah diusulkan untuk mengurangi fluor. Metode ini dapat diklasifikasikan dalam3  kelompok :

1.     Reverse Osmosis

2.     Penapisan dengan kimia, seperti aluminium sulfat, magnesium atau kalsium fosfat, dan lainnya.

3.     Melewati lapisan materi, seperti karbon aktif, aluminium aktif, serbuktri kalsium fosfat atau resin penukar ion.

Penapisan cara pertama memiliki keuntungan yang pasti. Metode kedua memiliki kerugian yang jelas.Metode ini memerlukan unit penapisan yang berkolaborasi, control yang hati-hati dalam dosis kimia dan  pH.Dalam beberapa kasus, penapisan diperlukan untuk mengembalikan tingkat pH air yang ditapiske  normal. Metode ketiga tidak memerlukan kontrol kerjasama. Dari semua, cara yang paling banyak  digunakan adalah dengan penggunaan penyaringan trikalsium fosfat. Penyaringan seperti penyaringan  karbon. Saat air mengalir melalui penyaringan trikalsium fosfat, fluor diserap.

Propaganda pada kedua pihak tentang debat penambahan fluor telah membuat kebingungan di kalangan masyarakat. Saat dievaluasi, peningkatan teknologi pada gigi dalam 2 dekadeterakhir lebih terbukti sebagai penyebab peningkatan kesehatangigi dibanding air berfluor.Fluor menawarkan pencegahan gigi berlubang dalam jumlah yang terbatas.Tetapi, penyalur air yang mengikuti aturan dari  EPA menempatkan anak-anak dengan pertumbuhan giginya sebagai resiko penyakit, karena tingkat  maksimum fluor yang 2x lebih besar dari yang direkomendasikan untuk anak-anak. Fluor yang telah terkandung pada pasta gigi, pencuci mulut, dan produk mulut lainnya, dikombinasi dengan penapisan fluor berkala oleh dokter gigi.Penambahan fluor kesaluran air publik atau dalam bentuk air kemasan  tidak diperlukan lagi, secara kenyataan dapat menyebabkan resiko pada jangka panjang.

3.     Karbondioksida

Hampir semua air alami mengandung karbondioksida yang didapat dari berbagaicara. Gas  karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam air bervolume 0,03% dan 0,05% dalam berat. Saathujan  jatuh dan melalui udara, hujan menyerap sebagian dari gas ini. BEBAS KARBONDIOKSIDA. Menunjukkan gas karbondioksida terlarut dalam air. Kata ini dipakai untuk  menunjukkan larutan gas dari campuranan tara karbondioksida dengan ion bikarbonat dan ion karbonat.  Saat sampai kebumi, air hujan yang sedikit asam akan menyerap karbondioksida jika air mengalir  melalui tumbuhan yang telah membusuk. Pada saat yang sama, karbondioksida berubah menjadi  asam karbonik. Jika air melalui formasi “limestone“, kandungan asam karbon akan bereaksi dengan  “lime stone” untuk membentuk kalsium bikarbonat yang larut.

4.     Logam Berat.

Menyukai logam berat.Pikirlah kembali. Kita tidak sedang membicarakan Ozzy di sini, tetapi pada kenyataannya logam berat yang sangat  berbahaya bagi tubuh anda ditemukan dalam air minum anda. Efek yang parah seperti pelambatan  pada pertumbuhan dan  perkembangan, kanker, kerusakan pada organ, kerusakan mental, dan pada  kasus yang ekstrim, kematian. Pengeksposan beberapa logam, seperti merk uri dan timah dapat  menumbuhan auto-immunitas, dimana sistem kekebalan tubuh seseorang diserang oleh sel mereka  sendiri. Ini dapat menyebabkan sakit pada sendi seperti rematik, dan penyakit pada ginjal, sistem  sirkulasi, dan mental.

5.     KLORIDA SULFAT

Hampir semua air alami mengandung ion klorida dan ion sulfat.Konsentrasinya bervariasi, tergantung kandungan mineral bumi di berbagai daerah.Dalam jumlah kecil, mereka tidak berpengaruh.Dalam konsentrasi tinggi, mereka menyebabkan masalah.Biasanya konsentrasi klorida rendah.Sulfat dapat lebih bermasalah karena sulfat ada dalam konsentrasi yang lebih besar. Kadar rendah atau menengah dari kedua senyawa ion tersebut menambah rasa segar pada air. Pada kenyataannya, mereka dibutuhkan karena alasan ini.Jumlah konsentrasi yang berlebihan dari keduanya tentu akan membuat air jadi tidak enak diminum. Aturan EPA tentang air minum merekomendasikan konsentrasi ion klorida  maksimum sebesar 250 mg/l dan ion sulfat maksimum 250 mg/l (sebagaiCl- dan SO4–, bukan sebagai CaCO3)

6.     Silika

Banyak sumber air mengandung silika.Ini tidak mengagetkan karena silicon adalah bahan terbanyak kedua di bumi.Silika (Silikon Dioksida). Senyawa antara silicon dan oksigen (SiO2).Itu adalah zat yang keras, seperti gelas yang ada dalam beberapa varian seperti pasir, quartz, batu pasir, dan granit. Juga ditemukan dalam beberapa bagian rangka dari binatang dan tanaman yang bervariasi.Silikon (Si).Salah satu elemen non-logam yang memiliki persediaan sangat banyak sebagai bagian dari senayawa yang bervariasi dalam kulit bumi.Kulit bumi terdiri dari 80% sampai 90% silika atau campuran lainnya dari silicon.Air mengalir melalui bumi dan melarutkan pasir, batu, dan mineral menjadi silika sebagai ketidak-murnian.Silikat.Campuran yang terdiri dari silicon, oksigen, yang dikombinasikan dengan logam seperti aluminium, kalsium, magnesium, besi, potassium, natrium, dan lainnya.Silikat diklasifikasikan sebagai garam.Silikat banyak digunakan di mineral seperti asbes, mika, larva, dsb.

7.     Koloid.

Koloid.Partikel yang sangat kecil yang mengendap dalam larutan seperti air.Berat 1 partikel sangat  ringan sehingga koloid murni tidak akan hilang, bahkan setelah beberapa waktu. Partikel koloid dikatakan memiliki muatan yang membuat partikelnya bertolakans atusama lain, dan menhindari partikelnya membesar. Sebuah koloid memanjang sangat lamban atau tidak semua melewati membrane, dan memiliki, jika ada, efek pada titik beku, titik didih, atau tekanan uap pada larutan.Kandungan silika beradaan tara beberapa ppm pada saluran permukaan sampai lebih dari 100 ppm pada sumur air tertentu.Itu adalah bentuk yang koloid yang terdiri dari partikel yang sangat baik.Ini biasanya dapat dihilangkan melalui pembekuan, pendidihan, atau penyaringan.

 

Dampak Pencemaran/Polusi Udara

Pencemaran udara merupakan masalah global.Sumber pencemaranudara adalah terutama pembakaran bahan bakar fosil untuk mendapatkan energi untuk industri dan transportasi.

Secara umum efek pencemaran udara terhadapsaluran pernafasan dapat menyebabkan terjadinya:

1. Iritasi pada saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan silia menjadi lambat, bahkan dapat terhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan.

2. Peningkatan produksi lendir akibat iritasi oleh bahan pencemar.

3. Produksi lendir dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan.

4. Rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan.

5. Pembengkakan saluran pernafasan dan merangsang pertumbuhan sel, sehingga saluran pernafasan menjadi menyempit.

6. Lepasnya silia dan lapisan sel selaput lendir.

Akibat dari hal tersebut di atas, akan menyebabkan terjadinya kesulitan bernafas sehingga benda asing termasuk bakteri/mikroorganisme lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

DampakPolusi/Pencemaran Air

Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4 kelompok, yaitu :

  1. Dampak terhadap kehidupan biota air
  2. Dampak terhadap kualitas air tanah
  3. Dampak terhadap kesehatan
  4. Dampak terhadap estetika lingkungan

5.1    Dampak terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pencemaran pada air limbah akan menyebabkan menurun kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.

Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah yang sulit terurai.Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.

5.2    Dampak terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

5.3    Dampak terhadap kesehatan

Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antaralain :

  • Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen,
  • Air sebagai sarangin serta penyebar penyakit,
  • Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri,
  • Air sebaga media untukhidup vector penyakit.

5.4    Dampak terhadap estetika lingkungan

Dengan semakin banyaknya zat organik yang dibuang kelingkungan perairan, maka perairan tersebutakan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetikal ingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.

Dampak Polusi/pencemaran Tanah

Timbunan sampah yang berasal dari limbah domestic dapat mengganggu/ mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bias dimanfaatkan.

Selainitu, timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dana samsulfida, adanya zat mercury, chromdanarsen pada timbunan sampahdapat menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.Limbah lain seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun.

 Sampah anorganik tidakter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah punakan berkurang akibat nya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.

Limbah cair rumah tangga berupa; tinja, deterjen, olibekas, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.

 

   

Limbah padat hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Penimbunan limbah padat mengakibatkan pembusukan yang menimbulkan bau di sekitarnya karena adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas tertentu.Dengan tertimbunnya limbah ini dalam jangka waktu lama, permukaan tanah menjadi rusak dan air yang meresap kedalam tanah terkontaminasi dengan bakteri tertentu yang mengakibatkan turunnya kualitas air tanah pada musim kemarau.Selain itu timbunan akan mengering dan mengundang bahaya kebakaran.Limbah cair sisa hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat-zat seperti tembaga, timbal, perak,khrom, arsendan boron merupakanzat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap kedalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

   

Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang.

Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya.Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerusakan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

 

Drs. Slamet Prawirohartono, 2000, Biologi – 1b untuk SMU kelas 1 tengah tahun kedua, Bandung, Bumi Aksara

• Natah, 2007, Jurnal Pemukiman

• Pusat litbang SDA, Jurnal Teknologi pengendalian Air di indonesia

• Artikel kimia

• Pandisuryadi-berbagiilmu.blogspot.com/…/karya-ilmiah-dampak-pencemaran-air-oleh-html

• Ipvt.blogspot.com/2009/2/makalah-pencemaran-air.html –

• restorasibumi.blogspot.com/…/cara-mencegah-pencemaran-air.html-

• idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/…/pencemaran-air/hal. 17.html -

http://www.anneahira.com

http://www.kompas.com

http://www.kapanlagi.com

http://www.pikiranrakyat.com

http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/304-pencemaran-tanah. diakses pada tanggal 11 Maret 2001.

http://www.scribd.com/doc/27705754/pencemaran-tanah. diakses pada tanggal 11 Maret 2001.

 

 

 

 

About wienoorpurnama

Alhamdulillah blogku udah jadi…. Indra Purnama yang bantu aku buat ^-^ Namaku Tanti Dwini NoorRizki yang bersekola di SMK Informatika Sumedang. Aku sering di panggil ‘nyunyih’, ceritanya sangat panjang yang bermula karena sebuah Boneka Susan. (Taukan yang kecil2 itu??)hehehe… Aku tinggal di Perum Jatihurip Sumedang, Indonesia 45352 Aku punya Facebook namanya WienoorRizkia N’thanz Atiekhac’nyunyih kalo emailnya taninstas.indra@gmail.com

2 responses »

  1. Irman Edi Sarwono mengatakan:

    makasih…izin copas :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s